Sabtu, 07 Januari 2012

SMS Berkah

on Saturday, January 7, 2012 at 2:39pm

Kemajuan tehnologi membuat segalanya jadi mudah. Hp salah satunya. Menjadikan yang jauh jadi terasa dekat, hanya dengan memencet tombol-tombolnya dan mulai berbicara via udara.

Lebih murah lagi dengan sms. Cukup mengetikkan pesan, kirim, maksud dan tujuan kita tersampaikan hanya dengan hitungan rupiah. Bahkan banyak layanan sms gratis untuk menarik hati para pelangan. Tak tanggung-tanggung 1000 sms tiap hari pun diberikan.

1000 sms sehari? Buat apa?
Sering kali itu muncul dalam benak kita. Menghabiskan 1000 sms dalam 1 hari bukan sesuatu yang mudah, namun jika tidak digunakan hilang dengan sia-sia.

Memanfaatkan sms gratis kita agar "berkah" dengan cara mengirim sms tausiyah/nasehat, sms tips-tips, ataupun sekedar sms ringan yang akan membawa dampak besar.

Salah satu dampak yang kita dapatkan adalah silaturahim akan terjalin erat. Orang yang kita sms akan merasa senang karena kita telah memberi perhatian padanya. Menyambung silaturahim sangat dianjurkan dalam agama Islam. Bahkan dengan silaturahim usia akan diperpanjang, rezeqi pun mudah datang.

Mungkin juga lewat sms kita Allah memberi jawaban atas gundah dan kesedihan hati saudara kita. Membawa inspirasi dikehidupannya, memberi solusi atas masalahnya.
Akhirnya pahala juga yang kita dapatkan, karena telah menunaikan kewajiban sesama saudara untuk saling ingat-mengingatkan.

Bayangkan ketika hati kita sedang gundah, tiba-tiba hp berdering pelan, sebuah sms cantik tertulis di layar,:

"Tuhan, aku titip sahabatku terbaik ini... cubit pipinya jika dia nakal... bimbing langkahnya jika ia lalai... Terangi hatinya dalam dekapan kasih Mu...
Tuhan, satukan kami yang merinduiMu dalam kehidupan abadi di jannahMu... Aamiin.."

Betapa, sebuah sms yang begitu murah dan ringan memberi getar teramat besar bagi sahabat-sahabat kita, saudara-saudara kita.

Manfaatkan sms kita. Mari kita dulang pahala dari sms gratis kita.


Buat sahabatku tercinta: ku tunggu sms penyejuk kalbumu, selalu...

Rabu, 04 Januari 2012

Yang Tak Pernah Kembali

on Wednesday, January 4, 2012 at 4:40pm
 
Kehidupan ini selalu bergerak. Berjalan dan berputar seiring waktu. Ibarat roda berputar pada porosnya.
Setiap waktu membawa sejuta cerita yang berbeda bagi setiap anak manusia.

Kejadian yang kita alami di dunia ini pun selalu berubah. Dan apa yang kita alami tidak mungkin dapat terulang lagi, sama seperti kejadian yang lalu.

Ada beberapa hal dalam hidup ini ketika telah terjadi tidak mungkin kembali lagi.
  1. Kata yang telah terucapkan.
             Ketika lidah bergerak dan kata telah keluar dari mulut dan bibir kita, maka kata yang terucap tidak mungkin kita "ambil" kembali. Ia tidak mungkin kita punggut dan kita telan masuk kembali ke mulut.
Maka tidak salah pepatah yang mengatakan, "mulutmu harimaumu".
             Berpikir sebelum berucap adalah sebuah tindakan yang bijaksana. Bukan sebaliknya, bicara dulu baru berpikir. Lihatlah siapa yang kita ajak bicara. Mengedepankan empati dalam berbicara akan lebih baik lagi. Menempatkan posisi kita pada keadaan jikalau aku yang menerima kata-kata itu. Maka, tak akan ada hati yang terluka oleh ucapan bibir kita.
             Setiap ucapan pun tak lepas dari pengawasan Alloh dan malaikatNya. Di catat sebagai amal yang akan kita pertanggung jawabkan kelak di pengadilanNya.
Maka rosul pun berpesan kepada umatnya tercinta,
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka hendaklah dia mengucapkan perkataan yang baik dan kalau tidak, hendaklah diam." (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).


2. Batu yang telah di lempar
              Batu yang telah di lempar tak akan kembali lagi pada kita. Apa yang telah kita perbuat tidak akan pernah dapat terulang lagi. Ia pun telah dicatat sebagai amalan kita. Baik itu perbuatan baik atau pun perbuatan buruk.
Tidak mungkin memutar ulang waktu untuk mengulangi apa yang telah kita lakukan. Mesin waktu adalah sebuah hayalan yang tidak mungkin akan terwujud. Karena menyalahi sunatullah.
Berhati-hati dalam setiap tindakan dan perbuatan yang kita lakukan, agar tak ada penyesalan di kemudian hari. Menuruti keinginan dan hawa nafsu, serta kenikmatan sesaat hanya akan membawa kesengsaraan abadi di akherat.

3. Kesempatan yang datang menjelang.
              Kesempatan tidak datang dua kali pada kita. Pandai mengambil kesempatan yang ada. Namun tentu saja dengan pertimbangan yang matang. Berpikir matang bukan berarti harus memakan waktu lama, sehingga kesempatan yang datang terlanjur pergi dari hadapan kita. Berpikir matang adalah memikirkan untung dan rugi jika kesempatan ini kita ambil. Bukan untung rugi sebatas di dunia saja, tetapi harusnya sampai masa yang kekal, akherat yang akan datang menjelang.

4. Waktu yang berputar
               Salah satu karakteristik waktu adalah jika ia telah berlalu maka ia tidak akan dapat terulang kembali. Setiap manusia dibekali dengan waktu yang sama, 24 jam dalam sehari. Namun setiap manusia mengunakan waktunya dengan caranya sendiri. Ada yang mampu memanfaatkan untuk kegiatan yang bermanfaat, ada pula orang yang membiarkan waktunya berlalu begitu saja.Berlalu sia-sia.
               Penyesalan akan waktu yang telah berlalu tiada gunanya. Karena kepergiannya untuk selamanya.
"Demi waktu. Sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal sholeh, serta saling ingat mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran".

Sabtu, 31 Desember 2011

Evaluasi di Awal Tahun

on Sunday, January 1, 2012 at 10:34am
 
Meski pergantian tahun ini bukan milik kita, umat islam, namun tidak ada salahnya kita mengambil hikmah terbaik dari setiap keadaan dan kejadian.
Karena kebanyakan dari sifat manusia selalu membutuhkan moment untuk melakukan sebuah momentum dalam kehidupannya.

Muhasabah, instropeksi diri adalah hal yang selayaknya kita lakukan diawal pergantian tahun ini. Usia semakin bertambah merangkak tua. Bertambah 1 lagi bilangan umur kita. Yang pada hakekatnya berkuranglah jatah waktu kita selama di dunia.

Tenggok ke belakang, apa yang telah kita lakukan dan kita torehkan di tahun lalu. Sudah banyakkah impian dan cita-cita yang terlaksana? Sudah banyakkah amal yang kita tabung untuk kehidupan yang lebih lama?
Atau setahun lalu yang kita kejar baru keberhasilan untuk duniawi saja? Belum ada satu pun proyek untuk akherat?

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Menata kehidupan, men-setting ulang rencana dan strategi menghadapi tahun yang baru datang, layak segera kita lakukan.
Telahkah kita buat target dan planning di tahun baru ini?
Mari kita tulis apa-apa yang akan kita lakukan. Tulis dan laksanakan. Jikalau perlu buat tulisan besar di ruang kerja kita atau di kamar tidur kita target yang akan kita capai untuk memacu semangat dan memotivasi gerak langkah kita.
Misal : tahun ini aku harus lulus kuliah, maka semangat dalam belajar, tahun ini aku akan menjadi karyawan teladan, atauTahun ini aku akan selalu sholat di awal waktu, tahun ini aku akan banyak berinfak, tahun ini aku akan mulai menabung untuk naik haji. Untuk yang satu ini pasanglah gambar kota mekah beserta kabah agar kita selalu bersemangat untuk bisa menunaikan ibadah haji.

Rencana yang telah kita buat, mimpi-mimpi yang kita rajut akan tiada artinya jika tanpa usaha dan kerja untuk mencapainya.

Setiap detik, setiap waktu yang kita habiskan seharusnya memberi makna dalam kehidupan kita, baik bagi dunia ataupun akherat kita. Tak ada waktu yang terbuang sia-sia.

"Barang siapa yang keadaan amalnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka ia terlaknat. Barang siapa yang hari inii sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung." (HR. Bukhari)

Maka, jadilah manusia yang beruntung.

Sabtu, 17 Desember 2011

Dan Malaikat pun Meng-Amin-i Doamu

on Friday, December 16, 2011 at 3:25pm

Setiap manusia pasti memiliki harapan dan keinginan dalam hidupnya.
Dalam meraih keinginan dan harapan itu tidaklah cukup dengan mengandalkan kekuatan raga dan usaha serta kerja keras kita. Tuhan telah memberi kita "sebuah senjata" untuk melengkapi setiap usaha yang kita lakukan, yaitu doa.

Doa merupakan wujud pengakuan seorang hamba akan adanya kekuatan lain yang luar biasa di luar kemampuan diri. Doa merupakan wujud penyerahan diri seorang hamba kepada tuhannya. Dan doa merupakan permohonan hamba yang merasa lemah dan tak berdaya di hadapan Sang Pencipta.

Kala diri merasa tak lagi mampu berupaya, seorang hamba akan datang menghiba di hadapan tuhannya.
Mengadukan segala keluh kesah dan beban yang menghimpit kehidupannya.
Mengharap tuhan mengabulkan semua doa-doa yang terlontar dari getaran bibir dan diantara derai air matanya.

Namun, terkadang tak setiap doa disegerakan terkabulnya oleh tuhan. Karena tuhanlah yang tahu apa yang terbaik yang akan diberikan.
Maka dari itu, carilah celah agar tuhan mau dan mengabulkan doa-doa yang kita lantunkan.

Sabda Nabi, "Tidak ada seorang muslim pun yang mendo’akan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama”.
 [Hadits Riwayat Muslim No. 4912]

Mendoakan saudara kita tanpa sepengetahuannya adalah salah satu cara agar doa kita "mendapat perhatian ekstra" dari tuhan. Bagaimana tidak, karena malaikat pun akan mendoakan kita hal yang sama seperti apa yang kita doakan buat saudara kita tersebut.

Bukan hanya itu, malaikat pun akan meng- amin-i doa bagi orang yang mendoakan saudaranya.

“Tidaklah seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak dihadapannya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata:”Amin, dan bagimu seperti yang kamu doakan.” (Muslim)

Seperti halnya kisah Fatimah Az-Zahra putri terkasih rasulullah, di serba keterbatasannya ia tak pernah berdoa untuk dirinya sendiri. Namun ia selalu berdoa untuk orang lain.

Sehingga berdoalah yang baik-baik saja untuk semuanya. Jangan sampai doa buruk keluar dari mulut dan hati kita. Karena pada hakikatnya doa itu untuk diri kita juga.

Maka, tatkala malam mulai beranjak pekat.
Sunyi pun kian merambat senyap.
Lantunkan sebaris doa untuk saudara-saudara tercinta.....
Malaikat akan mendoakan "untukmu juga hal yang sama"

Dan malaikat pun meng-amin-i doamu

Rabu, 07 Desember 2011

Dirimu yang Paling Banyak Rugi, Adikku

on Wednesday, December 7, 2011 at 3:24pm

Adikku yang tersayang.....
Ijinkan kakakmu ini mengungkapkan rasa yang sekian lama terpendam. Bukan karena kakak iri atas kemajuan zaman yang telah membawamu pergi jauh dari kebiasaan, tapi karena sebuah keprihatinan akan hilangnya sebuah adab dan kesantunan.

Adikku.....
Memang zaman telah berubah, dulu bukan lagi sekarang. Namun bukan berarti apa-apa yang masa kini itu baik bagi dirimu. Bukan berarti semua yang berbau masa lalu adalah kuno, jadul dan tak lagi pantas untuk disematkan dalam kehidupan yang kau sebut modern.

Adikku sayang.....
Tahukah kau, jika zaman kakak dulu para gadis begitu malu jika berjalan berdua saja dengan pria. Apalagi duduk berduaan, bergoncengan, berpegangan erat pada pinggang. Tapi kini, setiap hari itu kau lakukan. Tanpa ada rasa malu ataupun risih ketika di pandang orang.

Adikku....
Maukah kau mendengar sekilas ceritaku. Saat kakak naik bis yang penuh berjubel, segerombolan pemuda tanggung dengan seragam SMA nya asik bercanda dan berkelakar.
Sebuah obrolan tertangkap di telinga kakak. "Eh, Bud, Kamu pacaran sama Linda 5 bulan sudah dapat apa?"
Masya Alloh adikku, seperti itukah dirimu di mata para lelaki tanggung itu?
Sepertinya tak ada lagi harga diri yang melindungi pesonamu.

Adikku yang tersayang.....
Air mata kakak tak lagi dapat kakak tahan. Sedemikian parahkah dan rendahkah dirimu di mata para lelaki?
Dirimu yang harusnya dihormati, dihargai dan di jaga sebagai wanita yang mulia, tapi diremehkan sedemikian rupa.

Adikku sayang.....
Jangan hanya salahkan para lelaki yang memandang hina pada dirimu. Namun cobalah tenggok dirimu, pribadimu, sikapmu, dan pakaianmu. Apakah memang sudah kau jaga itu?

Setiap diri di lihat secara utuh adikku. Mulai dari tampilan luar sampai tingkah laku. Bagaimana kau akan dihargai jika bajumu mengundang lelaki untuk mengodamu? Pakaian adikmu pun kau pakai hingga begitu pas di badanmu. Jangan salahkan tangan usil yang mencolekmu jika rok yang kau kenakan kehabisan bahan. Hingga 80% kakimu kelihatan.

Adikku.....
Tahu kah kau jika semua yang terjadi padamu akan kau bawa sampai seumur hidupmu?
Dan semua orang akan mengingat itu. Tapi tidak bagi para lelaki. Mereka akan mudah pergi dan dilupakan apa yang telah mereka perbuat. Wanita selalu menanggung aib untuk seumur hidupnya. Meski ia telah tobat dan berubah namun di mata masyarakat ia tetap cacat.

Maka adikku sayang....
Jagalah dirimu sendiri. Jangan biarkan orang memandangmu remeh dan hina. kau adalah bunga yang mempesona. Yang dijaga oleh pagar malu dan duri harga diri. Sehingga tak akan ada kumbang yang berani menyentuhmu sebelum masanya tiba.
Jagalah rasa malumu, sopan santunmu. Maka semua orang akan menghormatimu dan segan padamu.
Jadilah kau wanita yang mempesona.

Minggu, 04 Desember 2011

SOLUSIKAH?

on Saturday, December 3, 2011 at 4:16pm

Beberapa hari yang lalu adalah Hari AIDS sedunia. Yang oleh banyak masyarakat khususnya pedesaan sama sekali tidak mengetahui apa itu hari AIDS sedunia. Meski iklan dan sosialisasi telah dilakukan oleh berbagai pihak, terutama pemerintah.

Di beberapa kota, peringatan hari AIDS sedunia dilakukan dengan membagikan bunga dan brosur tentang bahaya AIDS dan cara penularannya. Tapi ada juga di beberapa kota yang menambah dengan membagikan, maaf kondom.
Sebuah benda yang untuk menyebutkan saja rasanya terasa risih di telinga.

Simak saja komentar ibu - ibu yang di lansir sebuah surat kabar saat dibagikan "benda" itu di pasar. "Apa ini nak?" tanya polos seorang nenek, yang di jawab dengan kelakar oleh seorang bapak, "Itu permen Mbah".

Sungguh miris, di negeri kita yang notabene mayoritas adalah muslim tetapi menduduki peringkat cukup atas untuk pengidap HIV positif nya.

Namun yang lebih miris lagi, pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi kita, di pinggir jalan, di pertokoan, di pasar-pasar membagikan "benda itu" kepada semua orang!
Mungkin niatnya bagus agar penularan HIV tidak semakin menjadi. Namun apa mereka tidak takut niat baik itu disalahartikan dengan melegitimasi "hubungan bebas" tanpa ikatan? "Bergonta-ganti pasangan" seperti di negara-negara barat?

Apakah benda itu bisa jadi solusi pencegahan virus HIV???

Mungkin penyakit ini adalah sebuah hukuman bagi manusia atas pelanggaran berat yang telah menjadi hal biasa.
Zina adalah awal mula adanya penyakit ini. Padahal jelas dalam kitabNya Tuhan melarang perbuatan ini, bahkan mendekati saja itu telah dilarangNya.
" dan janganlah kamu mendekati zina......"
Maka jikalau itu telah dilanggar dan dijadikan hal biasa jangan menyalahkan Tuhan yang telah menciptakan penyakit ini, tetapi sadarlah bahwa itu adalah ulah dari manusia sendiri.

"Benda itu" bukan solusi. Tetapi kembali ke jalan Tuhan itu adalah solusi. Jangan biarkan anak-anak remaja kita mendekati zina. Berpacaran adalah salah satunya. Kalau di depan umum saja pemuda dan pemudi kita berani berpacaran yang mengarah pada hal-hal yang tidak sepantasnya, apalagi di tempat sepi? Sampai kapan "pembiaran" ini akan terus berlanjut?

Takutlah kita akan ancaman dari Tuhan Yang Maha Kuasa:
"Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya"(QS. Al Anfal [25])

Maka jangan berdiam diri saja, lakukan tindakan preventif sekemampuan kita.

Mari kita cegah AIDS dengan SADAR AGAMA!

Sabtu, 26 November 2011

Menikah (memang) Tidak Mudah, Tapi Indah

Saturday, November 26, 2011 at 3:22pm
Menikah sebuah fitrah manusia yang dikemas oleh agama dengan demikian indah dan cantiknya. Ketika dua insan manusia yang berlainan jenis telah mengucapkan ijab qobul dihadapan penghulu dan saksi, maka resmilah keduanya menjadi suami istri. Maka ucapan selamat dari sanak saudara, handai tolan dan sahabat pun terlontar, "Selamat menempuh hidup baru".
Mengapa selamat menempuh hidup baru? Sebab ketika ijab qobul telah terucap segalanya berubah. Kita tidak lagi sendiri, namun 2 orang anak manusia yang telah menjadi satu dalam sebuah ikatan : Pernikahan.

Bak bahtera dalam lautan, ia tak akan selamanya tenang. Ada ombak, karang dan badai disetiap alur perjalanan. Demikian juga sebuah pernikahan, tak seindah teori tentang pernikahan, saling menyayangi, saling pengertian, saling bahu membahu dalam kesulitan, dan saling-saling lainnya. Namun itulah seninya sebuah pernikahan. Tantangan, kerikil, karang dan badai yang datang adalah penguat jalinan dan pengokoh kesetiaan.

Di awal pernikahan semua tampak indah, maka orang pun mengatakan "bulan madu". Bulan yang manis, dimana masing-masing dari diri ingin membahagiakan pasangan pilihan hatinya. Semua indah dan mempesona.
Satu tahun perjalanan mungkin riak-riak gelombang mulai mengayun-ayun bahtera rumah tangga. Setiap pasangan pasti merasakan sebuah tahap pengenalan pribadi yang seutuhnya, pribadi yang apa adanya. Beserta semua kekurangan dan juga kelebihannya.

Dua pribadi berbeda, yang dibesarkan dalam keluarga dan lingkungan yang berbeda, tentu saja menimbulkan banyak perbedaan antara keduanya, suami dan istri. Awalnya sulit menyamakan perbedaan itu, bahkan terkadang tidak mungkin untuk disamakan. Maka solusinya adalah menyelaraskan perbedaan itu agar terjadi sebuah keharmonisan.
Saling mengisi disetiap kekurangan. Menyatukan semua kelebihan. Sehingga terjalin sebuah harmoni.

Perbedaan dalam keluarga wajar, pertengkaran pun adalah bumbu-bumbu penyedapnya. Maka jangan mengambil keputusan ketika kita sedang marah dan bertengkar dengan suami/istri kita. Ketika pasangan kita marah, salah satu harus bisa diam. Diam dalam arti yang sesungguhnya. Baru ketika pasangan kita reda marahnya, ungkapkan argumen-argumen. Bukan pembelaan diri, tetapi fakta apa yang terjadi. Dan jangan pula kita gengsi untuk mengucapkan maaf pada pasangan hidup kita. Karena saling memaafkan adalah indah.

Akhirnya, sebuah pernikahan bukan sebuah "paket liburan", untuk sesaat dan penuh keindahan. Sebuah pernikahan adalah sebuah perjuangan untuk "membangun sebuah istana". Butuh pengorbanan, pengertian dan kerjasama dalam merakitnya. Maka, pengertian, komunikasi dan kesetiaan adalah amunisi yang selalu harus disediakan sampai akhir garis finish perjuangan.

Senandung nasyid lama pun melintas dalam ingatan :

"Berbahagialah mereka, yang tlah menemukan fitrahnya
 Untuk membentuk keluarga yang sakinah...
 Menikahlah engkau segera bila saatnya telah tiba
 Jangan jadikan alasan untuk menunda.... "